Besar harapan kami dapat memberikan jembatan untuk dapat saling silaturahmi sesama warga Ponorogo dimanapun berada. Tinggalkan komentar anda sebagai wujud partisipasi dukungan untuk kami. Terima kasih.
Grup Reyog Pawargo Batam Ponorogo - Siapa yang tak kenal Reog. Kesenian dari Ponorogo, Jawa Timur ini sudah dikenal hingga ke luar negeri. Pementasan Reog terdiri dari banyak pelaku dengan peran masing-masing. Di antaranya adalah warok dan gemblak. Warok adalah pemimpin grup Reog, sementara gemblak adalah penari Jathilan pada pertunjukan itu. Di masa lalu terjadi pola hubungan yang dinilai kontroversial antara warok dan gemblak. Dipercaya, untuk mempertahankan kesaktiannya, warok memelihara lelaki muda belia yang menjadi gemblak, untuk melayani kebutuhan warok. Tradisi ini dihancurkan oleh nilai agama, sehingga Reog dinilai kehilangan makna. Benarkah demikian? Kontributor KBR68H Maratul Khasanah menemui sejumlah bekas warok dan gemblak, menuliskan kisah mereka.
Pawargo.com - Serang | Hari Jumat, 4 Mei 2010 tepat pukul 20:27 WIB masuk sms yang berbunyi : “Asslk. Mohon kehadirannya dalam acara arisan Pawargo Serang: Ahad, 6 Juni 2010 pukul 13.00, di Pak Marjuni Assa’adah Pasirmanggu Cikeusal” SMS tersebut kemudian kusebarkan ke no HP Budhenya di Taman supaya menyebarkan ke yang lain. Kalau berdasarkan jadwal kemarin semestinya acara perkumpulan Pawargo di rumah Pak Ii – Nurkhanah, tapi karena kebetulan saat itu ada acara aqeqah putranya Pak Marjuni ya sekalian ngiras pantes mungkin, toh tempatnya juga sama saja. (rumah Pak Ii dengan Pak Marjuni hanya dibatasi tembok saja). Minggu, kebetulan jadwal kami rada padat, Bapak mesti ke sekolah menangani proyek pembangunan gedung lab IPA, jadi rada mundur keberangkatannya, mana dari pagi hujan deras tak ada hentinya, dan untuk mengajak Wisang hanya ada satu cara yaitu harus menyenangkan hatinya dan memenuhi apa keinginannya barulah bisa diajak ikut ke Pawargo (Wisanggeni lagi seneng-senengnya memeliha...
Kondisi Rumah Sakit beberapa bulan lalu (dutaradio) Rencana manajemen RSUD Dr. Harjono Ponorogo untuk merekrut pegawai baru diwarnai aroma tidak sedap. Saat ini santer beredar kabar dimasyarakat, untuk bisa diterima sebagai pegawai di RSUD Dr. Hardjono, pendaftar harus rela membayar 15 juta hingga 50 juta rupiah melalui calo. Kabar itu langsung direaksi Priyo Langgeng direktur RSUD Dr. hardjono Ponorogo. Priyo langgeng membenarkan, jika Pihak RSUD akan merekrut pegawai baru, sebanyak 50 hingga 70 orang.
:X
ReplyDeleteISTIMEWA KOTA KU TERCINTA INI MAU DI LIhAT DARI MANA AZA TETEP HANDAL. . . . .
Kota Ponorogo paling indah ... :D
ReplyDelete